Featured Posts

Jumat, 28 September 2012

Ada Apa dengan Zina di Negeri Kita?


Kita tidak bisa memungkiri ini benar-benar terjadi. Saat ini mungkin akan begitu hina jika kita mendengar kata zina,namun ada kata-kata lain yang lebih ‘halus’ seperti ML, having seks, selingkuh, ‘nyeleweng’ dan lain-lain. Bukankah kata-kata tersebut terdengar lumrah? Ketika orang membunuh atau mencuri akan sangat besar kemungkinan mereka segera bertaubat, namun tidak demikian dengan zina, mengapa demikian?

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan hal ini.

Yang pertama proses terjadinya zina memang memang sebuah kenikmatan yang besar. Sehingga menimbulkan ‘adiksi’ (efek-ketagihan) pada pelakunya dan rasa keingintahuan yang membuatnya sulit untuk berhenti. Selalu mncul fantasi-fantasi baru tentang kegiatan itu. Hal ini yang membuat orang susah berhenti. Setiap dosa akan menimbulkan sebuah titik hitam di hati, jika dosa ini terus menerus dilakukan maka hati akan benar-benar hitam dan tertutup untuk menerima kebaikan.

Yang kedua tentu saja bujukan dari musuh yang paling nyata dari manusia, yaitu setan. Ini merupakan faktor yang mendukung manusia terjerumus dalam jurang dosa. Setan membuat hal-hal yang berbau dosa menjadi indah di mata manusia. Membisikan pembenaran-pembenaran tentang perbuatan dosa tersebut.

Kedua hal diatas membuat manusia yang pernah berbuat zina akan begitu erat terjerat sehingga sulit untuk dikembalikan ke jalan yang benar. Hukuman zina bagi orang menikah atau pernah menikah adalah rajam sampai mati. Berlebihankah? Tidak. Ada dua kelebihan dari pezina yang sangat berbahaya. Mereka memiliki pesona yang dapat menggoda orang lain dan mereka memliki bujuk rayu yang akan mengajak orang menjadi penzina seperti dirinya. Menjerumuskan orang lain. Tentu saja perilaku yang demikian berbahaya bagi lingkungannya. Maka hukum ‘rajam’ tidaklah berlebihan. Sedangkan untuk yang belum pernah menikah Allah memberikan kesempatan untuk kembali ke masyarakat setelah hukuman 100 kali cambuk yang menyakitkan.

Hukuman-hukuman seperti ini tidak diterapkan di tanah air kita tercinta ini. Maka zina bukanlah perbuatan yang benar-benar dihindari. Bayangkan jika hukuman semacam ini benar-benar dilaksanakan maka orang akan berpikir berkali-kali untuk berzina sebab nyawa taruhannya. Kita harus merenungi lebih jauh mengapa hal yang demikian hina menjadi hal yang lumrah pada bangsa kita. Mengapa kah kita tidak takut melakukan dosa yang bagitu besar yang bahkan Allah melarang kita untuk mendekatinya (lihat QS al-Isrâ’, 17: 23). Zina adalah dosa paling besar nomor tiga menurut Rasulullah s.a.w., setelah syirik dan membunuh anak sendiri. Zina adalah dosa besar yang paling banyak
menjerumuskan orang ke dalam neraka. Nah, perbuatan yang ‘satu’ ini di negeri kita tercinta sudah dianggap ‘lumrah’ (biasa), selumrah orang melakukan ‘korupsi’.

Quo Vadis negeriku tercinta?

"KUTIPAN DARI STATUS FACEBOOK UST. MUHSIN HARIYANTO, DOSEN FAI UMY.

Jumat, 14 Oktober 2011

Card Sort

Metode ini mendorong kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif (kerjasama). Metode ini bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, dan fakta tentang objek atau mereview materi yang telah dibahas pada pembelajaran sebelumnya. Dominasi gerakan fisik dalam penerapan metode ini dapat membantu menghidupkan suasana kelas.

Sabtu, 16 Juli 2011

Strategi Pembelajaran Aktif

Dalam pembelajaran diperlukan suasana yang kondusif agar siswa mampu menangkap pelajaran yang diberikan. disini saya sampaikan beberapa contoh metode pembelajaran dengan mengaktifkan semua siswa.